Ketahuilah bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa ada seseorang yang
akan menjadi penghuni langit. Siapakah beliau yang memiliki
keistimewaan tersebut.
Karena begitu taat dan rasa sayangnya
kepada ibundanya, laki-laki yang satu ini divonis oleh Utusan Allah SWT
sebagai penghuni langitu sehingga banyak para sahabat yang meminta
didoakan olehnya.
Kisahnya
Dialah Uwais Al Qarni.
Beliau
adalah seorang pemuda miskin yang tinggal di Yaman bersama ibunya yang
sudah tua renta, lumpuh dan buta. Uwais tinggal dengan ibunya karena
beliau tidak mempunyai lagi ahli keluarga. Beliau senantiasa merawat
ibunya dengan penuh ketulusan dan kasih sayang serta mematuhi seluruh
perintah ibunya.
Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,
beliau bekerja menggembala kambing dan unta milik orang lain serta
mendapatkan upah dari pekerjaan tersebut. Walaupun upah yang diterimanya
hanya cukup untuk kebutuhan dirinya dan ibunya, namun ia tetap sabar
dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang dianugrahkan
kepadanya.
Apabila beliau mendapatkan upah yang berlebih, ia tak lupa untuk berbagi dengan orang-orang yang tidak mampu.
Merawat Ibunya
Uwais juga dikenal sebagai sosok yang ahli ibadah.
Dia
selalu berpuasa di siang hari dan pada malam harinya ia selalu
bermunajat kepada Allah SWT untuk memohon petunjuk dan beristighfar.
Meski demikian, pemuda yang hidup semasa dengan Rasulullah SAW ini
memiliki kecintaan yang sangat luar biasa kepada Rasulullah.
Ia
selalu merasa bersedih hati jika mendengar orang-orang yang bercerita
tentang pertemuan mereka dengan Baginda Rasul, karena memang dia belum
pernah berjumpa sekalipun dengan Nabinya tersebut.
Rasa rindu
Uwais untuk bertemu dengan Nabi Muhammad SAW semakin lama semakin dalam.
Beliau ingin sekali memandang wajah Rasulullah SAW dari dekat serta
ingin mendengar suaranya. Namun, kecintaannya kepada ibunya juga sangat
luar biasa, ia merasa tidak tega untuk meninggalkan ibunya untuk bertemu
dengan Nabi.
Di luar dugaan, si Ibu yang sebenarnya mengetahui cintanya kepada Baginda Nabi, tiba-tiba saja angkat bicara.
"Wahai
Uwais anak ibu, Pergilah engkau menemui Rasulullah SAW di rumahnya.
Setelah berjumpa, segeralah engkau pulang," kata Ibu Uwais.
Mendengar
pernyataan ibunya tersebut, Uwais merasa sangat gembira luar biasa dan
ia pun segera berkemas, mempersiapkan dirinya untuk pergi ke Madinah
menemui Rasulullah SAW. Namun, ia tak lupa menyiapkan segala keperluan
ibunya selama ia pergi ke Madinah. Ia selalu berpesan kepada orang-orang
terdekatnya agar menjenguk ibunya sepeninggal Uwais ke Madinah.
Menemui Rasulullah SAW
Setelah
menempuh perjalanan yang sangat jauh, Uwais pun akhirnya tiba di
Madinah dan ia pun langsung menuju rumah Rasulullah SAW.
Selepas
mengucapkan salam, pintu rumah Nabi pun terbuka, namun yang beliau temui
hanya Aisyah, sedangkan Rasulullah SAW ketika itu sedang berada di
medan perang.
Uwais pun langsung merasa kecewa karena ia ingin segera bertemu Nabi dan segera pulang sebagaiman pesan ibunya.
Akhirnya ia pun memilih untuk segera pulang dan menitipkan pesan untuk Nabi kepada Aisyah.
Setelah
perang usai, Rasulullah SAW kembali pulang ke Madinah dan ia langsung
bertanya kepada Aisyah mengenai orang yang mencari beliau.
Belum sempat Aisyah menjawab, Nabi pun bersabda,
"Uwais anak yang taat kepada ibunya, dia adalah penghuni langit."
Aisyah
pun sangat kaget dengan penuturan Nabi, karena Rasulullah rupanya sudah
mengetahui siapa tamu yang ingin bertemu dengannya jauh-jauh hari.
Para
sahabat tertegun, kemudian Nabi Muhammad SAW meneruskan keterangannya
mengenai Uwais yang menjadi salah satu orang yang menghuni langit kepada
orang orang-orang yang hadir di situ.
Baginda Nabi bersabda,
"Jika kamu ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah dia memiliki tanda putih di telapak tangannya."
Nabi juga berpesan kepada para sahabat,
"Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mohonlah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi."
Selepas
Rasulullah SAW wafat, Umar dan Ali ra akhirnya bisa berjumpa dengan
Uwais. Kemudia mereka berdua memohon doa dan istighfar dari Uwais. Umar
juga berjanji untuk menyumbangkan uang dari Baitul Mal kepada Uwais.
Namun dengan bijaksana Uwais berkata,
"Hamba
mohon, supaya hari ini saja hamba diketahui oleh orang. Untuk hari-hari
selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui oleh orang
lagi."
Apakah Uwais adalah seorang Malaikat?
Ataukah beliau adalah Malaikat yang menyamar menjadi manusia untuk merawat seorang Ibu?
Apakah Uwais memang hanya manusia biasa?
Wallahu A'lam.
Karena Sabda Nabi, pasti benar adanya.
Uwais
bukan orang bumi, dia penghuni langit. Selain itu, pertemuannya dengan
Umar dan Ali juga menjadi tanya tanya besar karena pertemuan mereka
disuruh untuk merahasikan dan Uwais tidak ingin dilihat orang setelah
itu.
Subahanallah....
Semoga kisah sahabat Uwais ini bisa
menjadi cambuk buat kita semua agar senantiasa berbakti kepada ibu, ibu
yang melahirkan kita dengan susah payah.
Baca Juga :
Baca Juga :

0 Response to "KISAH INSPIRATIF - Kisah Manusia Penghuni Langit "
Post a Comment